Tren Elektabilitas Bertambah, PSI Masih Yakin Lolos ke Senayan

Tren Elektabilitas Bertambah, PSI Masih Yakin Lolos ke Senayan – Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Rian Ernest mengungkapkan, berdasarkan hasil survei berbagai lembaga kredibel, tren elektabilitas suara partainya terus bertambah di saat pencoblosan kian dekat. Dia meyakini, PSI sebagai partai baru akan lolos ke Senayan.

Menurut Rian, partainya memang mulai dari nol. Tapi respons masyarakat menunjukkan hal yang menggembirakan. “Ini mungkin disebabkan karena masyarakat kita mulai muak dengan parpol-parpol yang ada yang kinerjanya agak mengecewakan di Senayan,” ujarnya dalam sebuah diskusi di Pontianak, Senin (8/4).

Sebagai partai baru, Rian mengatakan, PSI ingin memulai sebuah tradisi politik baru. Masyarakat bukan hanya didekati pada saat Pemilu saja. Tetapi juga semua caleg PSI sepanjang waktu punya hubungan dengan masyarakat.

PSI, menurut Rian mengembangkan program penilaian langsung dari masyarakat terhadap semua anggota legislatifnya. Aplikasi ini bisa didownload, lalu setiap masyarakat bisa memberi rating.

Jika seorang anggota legislatif dari PSI terus menerus mendapat rating buruk dari publik, otomatis partai akan menggantinya. “Ini komitmen kami agar semua anggota legislatif dari PSI benar-benar mewakili kepentingan masyarakat,” tukasnya.

Senada dengan Rian, Supriyanto Caleg DPR-RI Kalimantan Barat menegaskan, bahwa partainya sejak awal mengembangkan sistem seleksi caleg dengan ketat. Orang-orang yang ditunjuk PSI untuk maju sebagai caleg adalah hasil dari proses seleksi.

“Kami dinilai bukan hanya kemampuan intelektual. Tetapi juga integritas dan rekam jejak kami,” katanya.

Menurutnya dengan penilaian seperti itu akhirnya menarik minat anak-anak muda yang punya komitmen untuk memperbaiki bangsa masuk ke dunia politik.

Supriyanto yang saat ini berprofesi sebagai konsultan hukum mengaku ruang untuk berkiprah di PSI sangat terbuka bagi siapa saja, sepanjang punya kemampuan dan integritas. “Partai ini tidak toleran pada orang yang cacat moral,” ujarnya.

Denny Siregar yang juga hadir sebagai pembicara memberikan pandangan bahwa politik di Indonesia perlu diisi wajah-wajah baru. Ketika partai politik tumbuh menjadi kekuatan oligarki, Indonesia butuh kekuatan baru untuk mendobraknya.

” Jokowi sangat bagus kinerjanya. Tapi Presiden saja enggak cukup. Dia harus didampingi oleh kekuatan parlemen yang sevisi. Yang bisa terus mendorong terwujudnya prestasi-prestasi besar. Di sinilah kehadiran PSI di Senayan sangat dibutuhkan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *