Rekapitulasi KPU Banten Diwarnai Aksi Walk Out Saksi Partai Demokrat

Rekapitulasi KPU Banten Diwarnai Aksi Walk Out Saksi Partai Demokrat –

Rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara tingkat provinsi Banten diwarnai aksi ‘walk out’ dari saksi Partai Demokrat. Aksi walk out ini bermula nota keberatan permintaan agar membuka formulir C1 sejumlah daerah.

Saksi Demokrat mengajukan keberatan dan meminta untuk membuka formulir C1 tersebut lantaran adanya dugaan pengurangan suara Partai Demokrat di empat daerah.

Diantaranya Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kota Serang dan Kota Cilegon.

“Mohon pimpinan sidang kami dari partai Demokrat mengajukan untuk membuka formulir C1 karena ada dugaan pengurangan suara Demokrat,” kata Saksi Partai Demokrat Azwar Anas di kantor KPU Banten, Kota Serang, Minggu (13/5).

Permintaan saksi partai Demokrat tersebut pun dipenuhi oleh KPU Banten. “Kepada saksi Demokrat kami terima nota keberatan,” kata Eka saat memimpin rapat.

Namun, saat pimpinan rapat pleno menanyakan lokasi TPS secara ditail saksi dari partai Demokrat tidak memiliki data TPS secara rinci. Sempat ditawarkan waktu untuk menyusun data, tawaran tersebut ditolak oleh saksi Demokrat karena dinilai waktu yang diberikan KPU terlalu cepat.

“Di Kecamatan mana dan TPS mana saja silakan?

Ya sudah kalau tidak bisa menyebutkan sekarang kami beri waktu

lima menit untuk menyusun lokasi TPS kami akan lanjutkan ke penetapan mengingat waktu sudah mepet,” katanya.

Sebelumnya, Saksi dari PPP mengajukan keberatan karena ada dugaan pengurangan dan penambahan suara sehingga merugikan partai dan caleg PPP untuk DPRD Provinsi Banten di 15 TPS di Kabupaten Tangerang.

KPU Banten membuka formulir C1 yang diminta oleh saksi dari PPP.

Data yang telah ditetapkan oleh KPU Kabupaten Tangerang, Bawaslu dan salinan C1 yang dimiliki PPP sesuai di seluruh TPS yang digugat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *